Jumat, 15 Mei 2009

?

gw heran kenapa orang seneng banget ma dugem?
apakah hanya kebahagiaan sesaat dengan dugem, berjoget dan minum minuman keras sampai mabuk?

Semalem gw ke tempat dugem di kota gw kerja, gw yang ga suka banget hingar bingar musik orang-orang yang so crowded, ditambah bau asap rokok dan alkohol kepaksa ke tempat dugem karena tuntutan kerjaan gw,
Gw semaleman memperhatikan kelakuan orang-orang yang ada di lantai dugem itu
Rata-rata dengan dandanan yang full menor abis untuk ceweknya, tp gw teringat kata temen gw, muka malem yang bagai bidadari hanya seperti cinderela dan besok pagi berubah ke wujud aslinya.. hehehe
Cowoknya, rata-rata masih pake pakaian kantor, terutama yang duduk di private lounge sofa
cowok-cowok yang duduk di sofa dateng berkelompok 4-8 orang, pastinya ditemeni escort cewek yang cantik saat malem hari aja,
di dance floor, ada gerombolan anak2 ABG dengan style update banget, kaos distro, celana botol.. gayanya menenteng gelas chivas ma rokok yang ga henti-hentinya mengebul dari mulut mereka.
Lagu ajep ajep yang terus bergemuruh semakin membakar adrenalin mereka.
DJ diganti live music band dengan lagui-lagu yang lagi happening banget terus membuat orang-orang pencari kenikmatan bergoyang.. di daerah private lounge sofa, semakin menggila.. mereka berjoged sampai naek-naek meja.. minuman haram teru dienggak sampai mereka terlihat sempoyongan,
Semakin malam, semakin saja menggila, hingga puncaknya cewek2 yang sudah mabuk bergoyang di dance floor diluar kesadaran mereka hingga ambruk dan harus digotong temen2nya..

Mereka tampak puas, tertawa lepas saat itu..

Mungkin sebelumnya mereka punya banyak masalah, butuh untuk melupakan (bukan menyelesaikan) masalah itu.

Dengan inikah mereka bahagia??
dan ketika bangun masalah tetap datang dan harus diselesaikan?

Teh Botol Sosro case

Teh Botol Sosro Jadi Korban E-mail Tipuan Wicak Hidayat - detikinet
ilustrasi (sosro.com)
Jakarta - Analis antivirus dan keamanan komputer menemukan penyebaran e-mail tipuan yang menjadikan Teh Botol Sosro sebagai korbannya. Minuman ringan populer itu disebut-sebut beracun. E-mail kabar bohong alias hoax itu diduga menyebar sejak awal Mei 2009. Penyebarannya pun menjadi ramai akibat pengguna internet yang 'baik hati'. Menurut Alfons Tanujaya, analis antivirus dan keamanan komputer dari Vaksincom, dalam keterangan yang dikutip detikINET, Senin (11/5/2009), pengguna internet banyak yang ikut menyebarkan kabar bohong tersebut lewat email. "Alih-alih membantu orang, si pengirim email inilah yang sebenarnya teracuni oleh berita bohong karena tidak melakukan crosscheck terlebih dahulu sebelum mengirimkan email," ujarnya. Berikut adalah analisa Alfons terhadap kabar bohong yang telah menyebar itu:
Pembuat hoax ini cukup piawai, karena ia langsung menyentuh ketakutan orang tua masa kini, dimana yang menjadi korban adalah anak kecil yang rewel. Siapa yang tidak khawatir kalau anaknya sakit?
Hidroxilic acid atau dihidrogen monoksida. Mungkin nama 'seram' berbau kimia ini yang meyakinkan mayoritas orang awam percaya dan memutuskan untuk mem-forward email ini. Dimana sering terjadi orang meninggal karena keracunan Karbon Monoksida (CO) di dalam mobil yang diparkir dan tetap dinyalakan mesinnya. Tetapi perlu anda ketahui bahwa dihidrogen monoksida adalah dua (di) hidrogen, satu (mono) oksida ditulis dengan nama H2O yang artinya air.
Pembuat hoax berusaha mendapatkan pengesahan dari sumber terpercaya seperti "Universitas terkenal di Amerika". Universitas yang mana ?
Hoax ini menakuti korbannya dengan kalimat "Sedetik saja gejala kelebihan ini terlambat ditangani, nyawa pasien melayang," jawab Dr. Priyadi Handoko, ahli kesehatan dari IKDN. Padahal siapa Dr. Priyadi Handoko dan apa itu IKDN tidak dapat ditemukan dan tidak dapat memberikan konfirmasi.
Lalu tidak lupa pembuat hoax ini 'menghimbau' penerima berita untuk meneruskan informasi ini dengan kalimat "Please spread the words. Sebarkan berita ini kepada orang-orang yang kamu sayangi, sebelum semuanya terlambat! Perangi hydroxylic acid!"
Alfons pun menuturkan poin-poin yang membuktikan bahwa kabar racun dalam Teh Botol Sosro itu memang kabar bohong:
http://en.wikipedia.org/wiki/Dihydrogen_monoxide_hoax yang menjelaskan bahwa DHMO atau Dihydrogen Monoxide adalah H2O atau air. Ide hoax menggunakan istilah DHMO ini pertama kali digunakan oleh Eric Lechner dan Matthew Kaufman di tahun 1990, dirubah sedikit oleh Craig Jackson di tahun 1994 dan menjadi populer karena Nathan Zohner (14 tahun) di tahun 1997 yang menggalang petisi untuk memboikot DHMO. Lalu oleh seorang praktisi periklanan Indonesia CCI (Creative circle Indonesia), Hariadi dimodifikasi menjadi hoax Teh Botol Beracun. (April 2009).
Situs Hariadi yang menjelaskan kronologi pengiriman hoax yang sebenarnya merupakan konsep periklanan untuk komunitas tertutup, tetapi celakanya malah disebarkan keluar oleh orang yang "baik hati" (untuk tidak mengatakan "keterlaluan").
Situs Teh Botol Sosro yang langsung mengklarifikasikan ketidakbenaran hoax ini.
Namun, menurut Alfons, Vaksincom masih memantau adanya penyebaran email kabar bohong ini di berbagai tempat meskipun sudah ada klarifikasi dari berbagai pihak. Selain lewat email, Vaksincom juga menemukan penyebaran kabar bohong ini melalui blog.

Telinga, Mata, dan Hati

Saat telinga tak mampu mendengar
Saat mata tak mampu melihat
Saat hati tak mampu merasakan
Apa yang kamu gunakan??